Desa Sampurago, yang terletak di Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, memiliki sejarah yang kaya dan unik. Desa ini merupakan bagian dari wilayah IV Koto Lubuk Ambacang yang pada zaman dahulu terdiri dari dua kerajaan besar, yaitu Kerajaan Datuk Enda dan Kerajaan Datuk Songgo. Kedua kerajaan ini memiliki wilayah kekuasaan yang membentang di sepanjang Sungai Kuantan.

Menurut cerita turun-temurun, Kerajaan Datuk Enda menguasai wilayah dari Muaro Sungai Sonsang Kelok Tigo hingga perbatasan Sungai Pinang, sementara Kerajaan Datuk Songgo memerintah IV Koto Lubuk Ambacang. Namun, wilayah kekuasaan Datuk Enda hanya mencakup sepertiga dari wilayah Datuk Songgo, yang membuat Datuk Enda berambisi untuk memperluas daerah kekuasaannya.

Untuk mencapai tujuannya, Datuk Enda menantang Datuk Songgo dalam sebuah perlombaan sepak rago, sebuah permainan tradisional yang terkenal pada masa itu. Sebelum pertandingan dimulai, kedua belah pihak sepakat bahwa "barang siapa yang kalah dalam permainan sepakrago nanti harus menyerahkan wilayah kekuasaannya kepada pihak yang menang". Dalam perlombaan tersebut, Datuk Songgo berhasil mengalahkan Datuk Enda dengan mengandalkan kesaktian dan kekeramatannya.

Sebagai konsekuensi dari kekalahannya, Datuk Enda harus menyerahkan seluruh wilayah kekuasaannya kepada Datuk Songgo. Malu karena kekalahannya, Datuk Enda meninggalkan wilayahnya pada malam hari, menelusuri Sungai Batang Kuantan. Hingga kini, keberadaannya tidak diketahui, dan kisahnya tetap menjadi bagian dari legenda masyarakat setempat.

Sejarah modern Desa Sampurago dimulai pada tahun 2012, ketika desa ini resmi dimekarkan dari Desa Lubuk Ambacang. Desa Sampurago berdiri sebagai desa yang mandiri dengan potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor perkebunan. Saat itu, Yasri menjabat sebagai Kepala Desa sementara sebelum pemilihan kepala desa pertama yang berlangsung pada akhir tahun 2012. Yasri terpilih sebagai kepala desa definitif untuk periode 2013-2019, dan kembali digantikan oleh Muryadi pada pemilihan berikutnya. Muryadi saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Sampurago sejak Desember 2019.

Secara geografis, Desa Sampurago memiliki luas wilayah mencapai 850 hektar dan terdiri dari dua dusun, yaitu Dusun Rampai dan Dusun Mawar. Dengan jumlah penduduk sebanyak 749 jiwa, desa ini berkembang menjadi salah satu desa yang potensial di Kecamatan Hulu Kuantan.

Desa Sampurago terus tumbuh dan berkembang, dengan sejarahnya yang kaya dan masyarakatnya yang berdaya juang tinggi, desa ini siap menghadapi tantangan masa depan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh warganya.